Rabu, 11 Mei 2011
Jumat, 06 Mei 2011
Kamis, 05 Mei 2011
Sorry, Republicans, The Economy Is Not Crappy Because Of “Uncertainty” About Taxes And Regulation
Specifically, Republicans say, businesses would be growing and investing and hiring like mad if not for the possibility that they'll soon be socked with higher taxes and more rules.
This "uncertainty" is supposedly freezing managers and investors in their tracks.
Well, sorry, but that's just a bunch of crap.
Yes, it's true that businesses are nervous right now, but the nervousness has nothing to do with the possibility of higher taxes or increased regulation.
Businesses are nervous because, despite the government's massive and ongoing stimulus, the economy still basically sucks. When the economy only grows 1.8% when the government has its foot stomped on the gas pedal, businesses can be forgiven for thinking that the road ahead may not be entirely clear.
Business Insider is a healthy, growing business, and we can tell you from experience that, when we make our hiring and investment plans, we don't devote one single second to thinking about the possibility of "higher taxes." We also don't make decisions based on the likelihood that we might face increased regulation.
(To be clear: We don't want higher taxes or more rules, but the possibility that we might get them isn't holding us back. In fact, thanks to the appalling state of this country's finances, we expect higher taxes. So any "uncertainty" about that would actually be welcome.)
And as to that other meme that the "business-friendly" Republican party loves to spout--that minor business tax cuts lead to more hiring--that's also a bunch of crap.
Here at Business Insider, we've hired about 25 new folks over the past year, doubling our number of employees. Each one of those employees costs us a boatload more than the cost of their salaries (benefits and taxes). Although it is certainly true that, if we paid no taxes or benefits, we would be able to hire more employees, the tax cuts we got in one of the recent stimulus packages didn't make a lick of difference to our hiring plans.
Where the Republicans are dead right, of course, is that our tax code is absurdly complicated, which causes us to blow money on accounting fees that might otherwise go into investment or hiring. And we're still frustrated and annoyed that, although we only made $2,000 of profit last year, we had to pay about $13,000 in state "income tax," because of some ridiculous alternative-minimum tax scheme that dinged us for cash we had sitting in the bank. We find these tax rules and codes absurdly complicated and unfriendly, and we wish they would be done away with.
But, Republicans, if you really want to be known as the "party of business," please stop shoveling this crap about how the economy sucks because of uncertainty about taxes. Sure, we'd all love to pay fewer taxes. But uncertainty about what we will pay has nothing to do with our growth and investment plans.
Senin, 02 Mei 2011
Tidak Membayar Utang Dipenjara Seumur Hidup
S |
Sebenarnya tempat tahanan terdapat pula di lokasi-lokasi lain. Hanya bukti-bukti fisiknya kurang mendukung. Mungkin dirobohkan dan diganti bangunan baru. Berapa jumlah tahanan ketika itu tidak diketahui pasti.
Ada berbagai alasan mengapa orang-orang ditahan di tempat ini. Diketahui sampai 1763 orang yang tidak bisa membayar utang ditahan seumur hidup. Baru di tahun-tahun berikutnya lama penahanan diubah menjadi enam tahun. Pada 1778 hukuman kurungan enam tahun ini diubah lagi untuk bukan orang China, tapi tak ada data jelas berapa lama hukumannya.
Pada 1736 di dalam penjara sipil terdapat 64 sandera, 40 tahanan, dan 333 budak. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang penjara. Hanya pada 1774 dikatakan di dalam sel penjara masih ditahan 2 sandera, 7 tahanan, dan 23 budak. Istilah sandera dimaksudkan untuk orang yang belum membayar pajak. Sementara budak adalah titipan para juragan kaya yang membayar jumlah tertentu kepada sipir penjara.
Soal hukuman, sebenarnya sejak 1602 VOC sudah dibebani pekerjaan untuk menanggulangi hukum dan peraturan. Pada awalnya tidak ada masalah karena yang terlibat hanya pegawai sendiri. Namun kemudian Batavia menjelma menjadi kota yang multietnis sehingga membingungkan VOC untuk menerapkan hukum yang mana. Pada 1621 diambil keputusan bahwa semua hukuman dan aturan yang berlaku di Kerajaan juga berlaku di Hindia.
Ahli hukum dan Gubernur Jendral Joan Maatsuycker pada 1640 ditugaskan untuk menyusun secara sistematis hukum kolonial. Dia menyatukan semua undang-undang, ordonansi, tradisi, dan aturan. Karya ini dikenal sebagai Bataviasche Ordonnanties (Dari Stadhuis Sampai Museum, 2003).
Menurut undang-undang tersebut, terdakwa yang telah ditangkap akan dimasukkan ke dalam penjara untuk menunggu keputusan. Kalau ada orang mengamuk, dia akan dibunuh di tempat. Kalaupun dia ditangkap, akan dihukum dengan mematahkan semua anggota badannya di atas roda.
Undang-undang Belanda menentukan bahwa seseorang hanya dapat dihukum jika dia telah mengaku. Namun untuk memperoleh pengakuan sering kali terdakwa disiksa terlebih dulu. Dalam balaikota terdapat satu kamar penyiksaan, namun tidak jelas kamar yang mana yang dipakai.
Umumnya orang dihukum karena perbuatan kecil, seperti mencuri, memfitnah, mabuk, atau berkelahi. Ada juga yang melanggar aturan VOC seperti tidur pada jam jaga dan tidak hadir tanpa izin. Hukuman yang ringan adalah membayar denda. Yang lebih berat berupa pemecatan, penahanan seluruh gaji, dan pengembalian terdakwa ke Belanda.
Empat Tips Antitelat Ngantor
Dari sebuah penelitian, ditemukan bahwa 15 persen karyawan ternyata terlambat masuk kantor sedikitnya sekali sepekan, dikutip dari Men's Health. Pada tahun 2008, jumlah mereka yang telat ngantor mencapai 20 persen. Dari 2.482 pengusaha dan 3.910 karyawan yang terlibat dalam penelitian tersebut, berbagai alasan yang sering diajukan adalah kemacetan lalu lintas, kurang tidur, cuaca buruk dan harus lebih dulu mengantar anak ke sekolah.
Anda salah satu di antaranya? Berarti sudah saatnya Anda mencoba tiga cara berikut ini.
Anti tombol tunda
Apa yang dilakukan kebanyakan orang ketika alarm berbunyi? Mencari tombol untuk menunda alarm! Padahal, menurut direktur pusat penelitian gangguan tidur di Rumah SAkit Methodist, Amerika Srita, Gerard T. Lombardo, MD, menunda bangun tidur hanya akan membuat Anda lebih mengantuk. Penundaan itu tidak ada gunanya untuk peningkatan kualitas tidur.
Sinar matahari
Solusi ampuh lainnya adalah memanfaatkan 'siksaan' sinar matahari. Jika ada jendela untuk masuknya sinar, aturlah tempat tidur Anda sedemikian rupa agar sinar matahari bisa tepat mengenai wajah Anda saat pagi tiba. Ketika mata merespon cahaya, kelenjar di otak memicu produksi serotonin yang membantu Anda jauh dari kemalasan dan langsung bangun.
Malam sebelumnya
Persiapkan semua kelengkapan Anda di malam sebelumnya, sehingga di pagi hari tidak banyak yang harus Anda lakukan. Dengan bangun lebih awal dan aktivitas pagi hari yang sedikit, seharusnya tidak ada lagi alasan untuk terlambat.
Minuman penyemangat
Apa lagi alasan Anda? Jalanan macet? Ah, itu hanya karena Anda malas mencari jalan tikus. Coba minum teh peppermint yang memiliki kandungan kafein setengah dari kopi biasa sehingga bisa meningkatkan konsentrasi Anda. Aroma peppermintnya, ampuh membuat acara mengemudi jadi lebih waspada.
Jumat, 29 April 2011
Ma’ Nene’, Ritual Unik Suku Toraja
Oleh Andari Karina Anom
Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah lama terkenal dengan alam pegunungannya yang permai serta ritual adatnya yang unik. Yang paling tersohor, tentu saja, pesta Rambu Solo yang digelar menjelang pemakaman tokoh yang dihormati. Tiap tahun pesta yang berlangsung di beberapa tempat di Toraja ini senantiasa mengundang kedatangan ribuan wisatawan.
Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma’ Nene’, yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur. Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara — sebuah kabupaten baru. Biasanya, Ma’ Nene’ digelar tiap bulan Agustus.
Saat Ma’ Nene’ berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara. Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.
Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar.
Ritual Ma’ Nene’ oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada para leluhur, tokoh dan kerabat yang sudah meninggal dunia. Mereka tetap berharap, arwah leluhur menjaga mereka dari gangguan jahat, hama tanaman, juga kesialan hidup.
Dari mana asal muasal ritual Ma’ Nene’ di Baruppu? Kisah turun-temurun menyebutkan, pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek. Saat sedang berburu di kawasan hutan pegunungan Balla, bukannya menemukan binatang hutan, ia malah menemukan jasad seseorang yang telah lama meninggal dunia. Mayat itu tergeletak di bawah pepohonan, telantar, tinggal tulang-belulang.
Merasa kasihan, Pong Rumasek kemudian merawat mayat itu semampunya. Dibungkusnya tulang-belulang itu dengan baju yang dipakainya, lalu diletakkan di areal yang lapang dan layak. Setelah itu, Pong Rumasek melanjutkan perburuannya.
Tak dinyana, semenjak kejadian itu, setiap kali Pong Rumasek berburu, ia selalu beroleh hasil yang besar. Binatang hutan seakan digiring ke dirinya. Bukan hanya itu, sesampainya di rumah, Pong Rumasek mendapati tanaman padi di sawahnya pun sudah menguning, bernas dan siap panen sebelum waktunya.
Pong Rumasek menganggap, segenap peruntungan itu diperolehnya berkat welas asih yang ditunjukkannya ketika merawat mayat tak bernama yang ditemukannya saat berburu.
Sejak itulah, Pong Rumasek dan masyarakat Baruppu memuliakan mayat para leluhur, tokoh dan kerabat dengan upacara Ma’ Nene’.
Dalam ritual Ma’ Nene’ juga ada aturan tak tertulis yang mengikat warga. Misalnya, jika seorang istri atau suami meninggal dunia, maka pasangan yang ditinggal mati tak boleh kawin lagi sebelum mengadakan Ma’ Nene’ untuknya.
Ketika Ma’ Nene’ digelar, para perantau asal Baruppu yang bertebaran ke seantero negeri akan pulang kampung demi menghormati leluhurnya. Warga Baruppu percaya, jika Ma’ Nene’ tidak digelar maka leluhur juga akan luput menjaga mereka. Musibah akan melanda, penyakit akan menimpa warga, sawah dan kebun tak akan menghasilkan padi yang bernas dan tanaman yang subur.
ARTI ANGKA MENURUT FENG SHUI

Apakah Feng Shui itu? Kata Feng Shui sendiri berasal dari gabungan kata dalam bahasa Mandarin.
Feng berarti angin (arah) dan Shui berarti air (tempat). Feng Shui merupakan metode peramalan dan analisis tata letak ruang. Dalam perkembangannya Feng Shui kemudian terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah Feng Shui Angka. Ilmu Feng Shui sendiri adalah pengembangan dari konsep naskah I Ching yang disusun sebagai buku pegangan peramal saat itu. Feng Shui dipengaruhi oleh ajaran Taoisme dan Confucianisme. Etnis Cina yang datang ke Indonesia-lah yang pertama kali memperkenalkan Feng Shui tersebut.
Kini, selain dikenal sebagai bagian ilmu tata ruang, Feng Shui juga sering digunakan sebagai patokan peruntungan
dan nasib seseorang. Sekarang coba Anda ingat-ingat. Berapa banyak hotel yang memiliki nomor kamar angka 4XX ?
mungkin hanya bisa dihitung dengan jari. Kalau dipikir-pikir, Nokia mungkin termasuk yang menggunakan Feng Shui,
sebab belum ada tipe ponsel Nokia yang nomor serinya diawali dengan angka 4?
Dijelaskan lebih lanjut, nomor cantik adalah nomor 1, 6, 7, 8 dan 9.
Angka 1 diartikan sebagai satu-satunya atau nomor satu dalam hal tertentu.
Angka 6, walau ada yang menafsirkannya sebagai angka setan, namun juga bermakna jalan menuju sesuatu.
Angka 7 dianggap sebagai tujuan yang tepat atau hoki, juga ditafsirkan sebagai angka ‘Tuhan’ karena menurutnya ‘Tuhan’
mencipta dalam 7 hari. Angka 8 dianggap sebagai kemakmuran atau bisa juga tidak terhingga.
Sedangkan angka 9 berarti kesuksesan. Angka 4 dihindari karena identik dengan kematian. Serem juga!
Selain pilihan angka yang baik, sebuah nomor dianggap cantik bila memiliki deretan ‘sikuen’ atau berurutan naik,
misalnya 6789. Juga bila angka tersebut berganda. Mulai dari dobel, tripel (3 angka kembar), kuartet (4 angka kembar),
panca (5 angka kembar), heksa (6 angka kembar) atau sapta (7 angka kembar).
Namun diantara angka-angka itu, angka yang paling laku dan banyak di cari adalah 168.
Mengapa? Angka 1 diartikan satu-satunya, angka 6 diartikan jalan dan 8 diartikan kemakmuran.
Jadi, 168 diartikan sebagai satu-satunya jalan menuju kemakmuran.
Orang Jepang tidak menyukai angka "4" dan "9", tetapi menyukai angka "8".Ingin tahu alasannya,
angka 4 dalam bahasa Jepang diucapkan Shi atau Yon, tetapi lebih banyak di ucapkan shi,
dan shi ini singkatan dan indentik dengan kata kerja shinu yang artinya kematian sehingga tidak aneh
bila diapartemen (apato) atau dirumah sakit biasanya tidak ditemukan nomor kamar dengan nomor yang berakhiran "4",
bahkan lantai 4 pun tidak ada. Coba anda perhatikan apakah diapato tempat tinggal anda nomor kamar 104, 204 ,304
dan seterusnya ? Biasanya setelah nomor 103 langsung nomor 105, atau setelah nomor 203 langsung nomor 205.
bahkan di beberapa bangunan yang berlantai diatas 5 lantai tidak ada lantai 4 nya. Begitu juga dengan angka “9”
yang diucapkan kyu atau ku, orang jepang tidak suka dengan nomor 9 karena percaya bahawa nomor sembilan membawa sial
atau penderitaan seperti ucapan Kurushii, karena alasan tersebut diatas orang jepang menhindari angka 4 dan 9..
Bila anda memperhatikan harga harga disupermarket maka kita akan melihat deretan harga dengan akhiran angka 8
seperti harga wortel, dan sayuranlain yang berkisar antara ,78, 88, atau 98 yen,
jarang yang langsung dengan harga pas 80, 90 atau 100 , harga daging dan ikan misalnya 198, 298, 398 dan seterusnya
jarang yang langsung dengan harga 200, 300 atau 400 sebagainya. Angka 8 memang disukai masyarakat Jepang
karena dianggap membawa keberuntungan atau lucky number. Angka delapan diucapkan Hachi yang artinya antara lain beruntung,
bahagia dan sebagainya. Begitu dengan nomor telpon banyak sekali yang menginginkan nomornya berakhiran 8.
artikel tadi sekedar pengetahuan,so bagaimana pendapat anda...???

Banyak orang menganggap bahwa angka sangat berhubungan dengan peruntungan seseorang.
Nomor rumah, plat mobil, hingga nomor telepon yang baik akan membawa dampak ‘feng shui’ baik bagi jalan karir dan kesuksesan
seseorang.
Nomor rumah, plat mobil, hingga nomor telepon yang baik akan membawa dampak ‘feng shui’ baik bagi jalan karir dan kesuksesan
seseorang.
Apakah Feng Shui itu? Kata Feng Shui sendiri berasal dari gabungan kata dalam bahasa Mandarin.
Feng berarti angin (arah) dan Shui berarti air (tempat). Feng Shui merupakan metode peramalan dan analisis tata letak ruang. Dalam perkembangannya Feng Shui kemudian terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah Feng Shui Angka. Ilmu Feng Shui sendiri adalah pengembangan dari konsep naskah I Ching yang disusun sebagai buku pegangan peramal saat itu. Feng Shui dipengaruhi oleh ajaran Taoisme dan Confucianisme. Etnis Cina yang datang ke Indonesia-lah yang pertama kali memperkenalkan Feng Shui tersebut.
Kini, selain dikenal sebagai bagian ilmu tata ruang, Feng Shui juga sering digunakan sebagai patokan peruntungan
dan nasib seseorang. Sekarang coba Anda ingat-ingat. Berapa banyak hotel yang memiliki nomor kamar angka 4XX ?
mungkin hanya bisa dihitung dengan jari. Kalau dipikir-pikir, Nokia mungkin termasuk yang menggunakan Feng Shui,
sebab belum ada tipe ponsel Nokia yang nomor serinya diawali dengan angka 4?
Dijelaskan lebih lanjut, nomor cantik adalah nomor 1, 6, 7, 8 dan 9.
Angka 1 diartikan sebagai satu-satunya atau nomor satu dalam hal tertentu.
Angka 6, walau ada yang menafsirkannya sebagai angka setan, namun juga bermakna jalan menuju sesuatu.
Angka 7 dianggap sebagai tujuan yang tepat atau hoki, juga ditafsirkan sebagai angka ‘Tuhan’ karena menurutnya ‘Tuhan’
mencipta dalam 7 hari. Angka 8 dianggap sebagai kemakmuran atau bisa juga tidak terhingga.
Sedangkan angka 9 berarti kesuksesan. Angka 4 dihindari karena identik dengan kematian. Serem juga!
Selain pilihan angka yang baik, sebuah nomor dianggap cantik bila memiliki deretan ‘sikuen’ atau berurutan naik,
misalnya 6789. Juga bila angka tersebut berganda. Mulai dari dobel, tripel (3 angka kembar), kuartet (4 angka kembar),
panca (5 angka kembar), heksa (6 angka kembar) atau sapta (7 angka kembar).
Namun diantara angka-angka itu, angka yang paling laku dan banyak di cari adalah 168.
Mengapa? Angka 1 diartikan satu-satunya, angka 6 diartikan jalan dan 8 diartikan kemakmuran.
Jadi, 168 diartikan sebagai satu-satunya jalan menuju kemakmuran.
Orang Jepang tidak menyukai angka "4" dan "9", tetapi menyukai angka "8".Ingin tahu alasannya,
angka 4 dalam bahasa Jepang diucapkan Shi atau Yon, tetapi lebih banyak di ucapkan shi,
dan shi ini singkatan dan indentik dengan kata kerja shinu yang artinya kematian sehingga tidak aneh
bila diapartemen (apato) atau dirumah sakit biasanya tidak ditemukan nomor kamar dengan nomor yang berakhiran "4",
bahkan lantai 4 pun tidak ada. Coba anda perhatikan apakah diapato tempat tinggal anda nomor kamar 104, 204 ,304
dan seterusnya ? Biasanya setelah nomor 103 langsung nomor 105, atau setelah nomor 203 langsung nomor 205.
bahkan di beberapa bangunan yang berlantai diatas 5 lantai tidak ada lantai 4 nya. Begitu juga dengan angka “9”
yang diucapkan kyu atau ku, orang jepang tidak suka dengan nomor 9 karena percaya bahawa nomor sembilan membawa sial
atau penderitaan seperti ucapan Kurushii, karena alasan tersebut diatas orang jepang menhindari angka 4 dan 9..
Bila anda memperhatikan harga harga disupermarket maka kita akan melihat deretan harga dengan akhiran angka 8
seperti harga wortel, dan sayuranlain yang berkisar antara ,78, 88, atau 98 yen,
jarang yang langsung dengan harga pas 80, 90 atau 100 , harga daging dan ikan misalnya 198, 298, 398 dan seterusnya
jarang yang langsung dengan harga 200, 300 atau 400 sebagainya. Angka 8 memang disukai masyarakat Jepang
karena dianggap membawa keberuntungan atau lucky number. Angka delapan diucapkan Hachi yang artinya antara lain beruntung,
bahagia dan sebagainya. Begitu dengan nomor telpon banyak sekali yang menginginkan nomornya berakhiran 8.
artikel tadi sekedar pengetahuan,so bagaimana pendapat anda...???
Langganan:
Postingan (Atom)














